Keliling-keliling Public Area di Changi Airport



Meminjam kata-katanya Ika Natassa dalam buku Critical Eleven, “I’m one of those weird people who loves airports.”

Saya masih ingat pertama kali naik pesawat terbang. Waktu itu saya masih SD, dan sejak saat itu airport jadi salah satu tempat favorit saya –mengalahkan stasiun. Bahkan, sekadar mengantar dan menjemput orang lain di airport, saya bisa langsung merasa excited. Seolah-olah ikut merasakan senangnya orang-orang lain yang akan terbang.

Ibu saya termasuk orang yang sering menggunakan pesawat untuk perjalanan dinas. Waktu masih SMA, mungkin bisa dua bulan sekali saya menjemput ibu saya ke Soekarno-Hatta Airport sepulang sekolah. Nggak pernah sekali pun merasa keberatan kalau harus menunggu berjam-jam sampai ibu saya datang. Alasannya sederhana, saya selalu betah. Nggak banyak yang bisa dilakukan di airport ini, tapi saya betah menghabiskan waktu berjam-jam untuk makan dan keliling-keliling airport sendirian.

Nah, dulu sekali, pertama menginjakkan kaki di Changi Airport, Singapura, saya makin jatuh cinta. Nggak heran, kini Changi Airport sudah beberapa kali mendapat penghargaan sebagai World’s Best Airport dari Skytrax. Saya pun bertekad harus punya kesempatan untuk mengeksplor airport ini setidaknya sekali seumur hidup.

Secara garis besar, Changi Airport terbagi menjadi tiga area yaitu Public Area, Departure Area, dan Transit Area. Public Area adalah area yang bebas dikunjungi oleh siapapun. Kita nggak memerlukan boarding pass untuk mengakses area ini. Tapi, bukan berarti nggak ada yang bisa dilakukan di area ini.

Public Area itu sendiri terbagi menjadi tiga terminal yaitu T1, T2, dan T3. Masing-masing terminal ini terbagi lagi menjadi beberapa level (lantai). Karena saya pergi sendiri, saya jadi punya banyak waktu untuk mengeksplor masing-masing terminal.

T1 adalah bagian yang paling gampang dijangkau dari Arrival Immigration. Jadi, setelah melewati petugas imigrasi dan mengambil barang dari bagasi, saya langsung keliling-keliling di sini.


T1 dan T2 punya banyak instalasi yang tersebar di berbagai tempat. Biasanya, sih, instalasi seperti ini dijadikan spot untuk berfoto-foto. Berhubung kurang suka selfie, saya sudah cukup terhibur hanya dengan melihat-lihat.


Hebatnya, instalasi di Changi Airport selalu dilengkapi dengan papan keterangan supaya kita mudah memahami makna di balik instalasi tersebut. Padahal, nggak semua instalasi sifatnya permanen. Ada beberapa instalasi yang dipasang untuk menyambut momen-momen tertentu. Saya, sih, berharapnya Indonesia bisa meniru :p



T1 dan T2 pastinya menyediakan berbagai tempat makan. Saya sendiri sempat makan di Burger King T1 Level 1. Burger King ini bisa dijadikan pilihan untuk yang muslim karena punya sertifikat halal. Saya sudah lama sekali nggak makan Burger King di Jakarta, jadi saya nggak bisa membandingkan perbedaan harganya. Tapi, semua harga makanan di sini sudah termasuk tax.


Hari itu, saya memesan package meal berisi Mushroom Swiss Burger, French Fries medium, dan Coca-Cola small. Satu paket makanan ini dikenakan harga S$8.45 (Rp79.247)*



Jalan kaki dari T2 ke T3 terhitung lumayan jauh. Letaknya juga cukup tersembunyi dari Arrival Immigration. Jadi, kalau nggak punya niat mengeksplor Changi Airport, mungkin nggak begitu sadar dengan adanya T3 ini. Namun, setahu saya ada shuttle bus yang menghubungkan T2 dan T3. Di samping itu, jalan kaki nggak terlalu melelahkan karena disediakan escalator dan travelator.




T3 mungkin jadi terminal yang paling banyak isinya di antara semua terminal di Public Area. Sepengamatan saya, terminal ini yang punya tempat makan paling banyak. Di lantai Basement, juga terdapat food court untuk makanan halal dan non-halal. Lantai ini bisa jadi tujuan yang pas kalau mau belanja di toko-toko seperti Cotton On, Giordano, The Body Shop, dan Watsons.



Dari yang saya lihat, anak-anak kecil senang berada di lantai Basement. Kalau senang menggambar, mereka betah mengerubungi Wood Block Rubbing Station. Kalau senang main ke sana ke mari, mereka betah berlama-lama di Slides. Fasilitas ini disediakan gratis oleh Changi Airport.




Kalau saya sendiri, sih, tujuan utamanya adalah toko mainan bernama ‘KidzTime!’. Toko yang bikin mata saya jelalatan ini ada di Basement 2 North dan buka jam 10.00-23.00. Saya memang termasuk lemah kalau ketemu toko mainan, secara di rumah koleksi mainan dan barang-barang Iron Man.



Di KidzTime!, saya membeli mainan Iron Man keluaran Hasbro. Sebenarnya, mainan seperti ini banyak dijual di toko-toko mainan besar di Jakarta. Tapi, yang biasanya dijual dengan harga Rp249.900 di Jakarta, di KidzTime! harganya sedikit lebih murah yaitu S$19.90 (Rp186.629). Langsung, deh, saya beli nggak pakai mikir. Dan ternyata, mainan ini dijual lebih murah lagi di Transit Area dengan harga $18.65 (Rp174.906).



Setelah puas keliling di Basement, saya menggunakan lift untuk mengeksplor lantai-lantai di atasnya. Berbeda dengan Basement, lantai-lantai atas punya area yang lebih luas. Jarak antar satu tempat ke tempat yang lain bisa sangat jauh.







Karena areanya yang lebih luas, lantai-lantai atas di T3 punya banyak instalasi seperti di T1 dan T2. Banyak instalasi yang sengaja dipasang untuk mempromosikan tempat-tempat wisata di Singapura seperti River Safari dan Marina Barrage.



Ada juga instalasi temporer yang nggak kalah menariknya. Berhubung saya datang ke sini pada bulan September, Changi Airport menyediakan instalasi untuk menyambut Mid-Autumn Festival.


Ternyata, nggak semua instalasi dilengkapi papan keterangan biasa. Beberapa di antaranya dilengkapi papan keterangan yang punya sistem rating agar kita bisa menilai sendiri sebagus apa instalasi tersebut. Sistem rating ini juga banyak tersebar di berbagai fasilitas lain termasuk pengecekan paspor dan toilet.


Oh ya, jangan khawatir kehabisan baterai smartphone saat sedang keliling-keliling. Changi Airport punya beberapa Charging Station di Public Area. Saya sendiri sempat mampir untuk mengisi baterai di salah satu station.


Selain Basement, lantai-lantai atas di T3 juga punya beberapa tempat makan. Kalau tertarik mengisi perut, bisa mengunjungi Level 3 dan Level 4.



Tapi, kalau termasuk penggemar Hello Kitty, sebaiknya nggak melewatkan Level 1. Soalnya, di lantai ini terdapat Hello Kitty Orchid Garden Café. Tentunya, makanan dan minuman yang disediakan bertema karakter Hello Kitty.

*Nilai tukar uang saat post ini dibuat S$1 = Rp9.378


Photos by Amadea

No comments:

Post a Comment